“1/18 BASEMENT PARKING DIORAMA”

Diorama merupakan representasi dari bentuk interior ataupun eksterior dari sebuah bangunan yang dibentuk secara 3 dimensional. Perkenalkan om Kiky Moodycrafter adalah pengrajin pembuat miniatur berbagai macam jenis bangunan berbagai skala mulai dari 1/64 sampai 1/24 yang dibuat menyerupai mirip dengan bangunan aslinya.

IMG_9901Pada awalnya om Kiky hanya membuat layout bentuk bangunan tampak bagian luarnya saja, namun baru-baru ini beliau membuat scene interior dari Basement Parking skala 1/18 berbahan full kayu triplek lengkap dengan instalasi LED.

IMG_3038

IMG_3073

IMG_3050

IMG_3053

IMG_3090

cctv

IMG_3047

IMG_3087

IMG_3083

IMG_3091

Bahan-bahan yang digunakan om Kiky sangat simpel namun dibuat dengan sangat detail sehingga mirip dengan suatu scene dari Basement Parking yang semakin mendukung dalam melakukan photosessions dari modelcars yang kita miliki.

“HOTWHEELS 90’S ERA”

Hotwheels, adalah brand diecast toys berasal dari Amerika sejak tahun 1968. Hotwheels mengeluarkan beragam model dan skala mulai dari skala 1/87, 1/64, 1/50, 1/43 dan 1/18. Hotwheels 1/64 yang terkenal dengan istilah “$1 toys” sangatlah hits sampai sekarang. Diecast toys yang dulunya ditargetkan untuk anak-anak, namun kini orang dewasa banyak yang mengumpulkannya, terutama dengan adanya edisi “Collectors item” yang mempunyai desain grafis khusus dan jumlah produksi terbatas.

IMG_7807

Hotwheels seri reguler diproduksi dalam berbagai macam jenis model dan varian yang sering biasa kita lihat di toko maupun online. Hotwheels seri reguler modern sekarang banyak diburu oleh para kolektor terutama model baru dirilis. Banyak model favorit yang didesain oleh desainer Hotwheels membuatnya masih menduduki no.1 Diecast diseluruh penjuru dunia.

o-mati1c

Hotwheels reguler sekarang terbuat material besi untuk body dan plastik pada interior,base dan bannya. Pada Blister cards terdapat grafis menunjukkan mobil yang persis dengan yang terdapat didalamnya. Back in time ke 10 tahun yang lalu, dimana desain Hotwheels reguler yang kini cenderung classic jika dibandingkan dengan Hotwheels reguler sekarang.

IMG_2697

Kami memiliki beberapa contoh Hotwheels 90’s Era. Hotwheels reguler ini sering disebut dengan “Blue Cards” karena memang warna dominan dari blister adalah biru. Yang dapat kita simpulkan adalah, Hotwheels masih tetap mempertahankan kombinasi warna biru putih pada blisternya pada Hotwheels reguler sekarang. Namun pembedanya adalah tidak terdapat grafis mobil yang sama dengan mobil yang ada di dalamnya, tapi grafis dari mobil yang sesuai dengan judul serinya. Contoh Hotwheels 90’s Era yang kami miliki ini semuanya model offroad yang kini sudah tidak dijumpai lagi pada Hotwheels modern sekarang ini, bahkan beberapa diantara sudah masuk dalam “Final Run” dimana mesin cetak diecast tersebut sudah dihancurkan.

Hotwheels Range Rover

IMG_2712

Hotwheels Range Rover adalah salah satu model favorit kami dan para kolektor. Model Range rover generasi pertama yang sangat vintage yang dibuat cukup menyerupai aslinya. Hotwheels Range Rover ini sudah masuk dalam “Final Run” dimana sudah tidak diproduksi lagi sekarang. Tak heran jika beberapa varian masuk dalam kategori “Rare” sehingga harganya kini sangat tinggi.

IMG_2710

Hotwheels Range Rover ini dibuat seorisinal sesuai dengan bentuk aslinya. Dapat dilihat tidak terdapat aksesoris yang biasa dilakukan oleh Hotwheels. Body mobil yang terbuat dari metal dan base menyambung sampai bumper dan lampu dengan berikut grill yang terbuat dari plastik, begitupun dengan interior dan bannya. Decal pada mobil memang tidak seperti sekarang yang rapih dan beragam, tulisan serta cetakkan pada Range Rover ini yang  dapat dikenali dari ciri khas sesuai pada zamannya.

Hotwheels Mercedes-Benz Unimog

IMG_2716

Hotwheels Mercedes-benz Unimog juga salah satu model favorit para kolektor. Mobil truk yang kerap digunakan untuk militer ternyata juga dibuat mengikuti aslinya. Terlihat pula salah satu dari model Unimog yang memiliki Collector Number. Yaps, ini adalah ciri khas dari Hotwheels keluaran tahun 1989-1994 Era yang memiliki Collector Number. Hal ini memudahkan bagi para kolektor jika ingin meng explore lebih lanjut varian model yang terdapat pada mobil ini.

IMG_2718

Hotwheels Mercedes-Benz Unimog ini juga masuk dalam “Final Run” selain Range Rover. Basic dari bahan mobilpun masih sama yang didominasi oleh bahan metal dan plastik. Namun yang membedakan dari Range Rover, Pada Mercedes-Benz Unimog ini menggunakan base metal. Untuk zaman sekarang, penggunaan base metal hanya ada pada premium line atau edisi tertentu. Selain itu, yang dapat terlihat jelas pula adalah ban yang digunakan. Ternyata pada tahun tersebut, desain pelek yang digunakan cenderung sama untuk mobil sejenis.

Hotwheels Street Roader/Suzuki Jimny Samurai

IMG_2744

Mungkin terlihat tidak asing pada desain mobil ini? Terlihat mirip dengan Suzuki Jimny Samurai. Memang mobil ini mengambil basis dari Suzuki Jimny Samurai dan pada tahun tahun itu beberapa model Hotwheels sering tidak mendapatkan lisensi resmi dari brand mobil aslinya sehingga menggunakan nama lain. Pada Street Roader ini, mirip dengan Mercedes-Benz Unimog yang menggunakkan body dan base metal. Selain itu, Pada model Street Roader ini juga masuk dalam “Final Run“.

Hotwheels Nissan Hardbody

IMG_2723

Model contoh terakhir pada unit yang kami miliki adalah Nissan Hardbody, dimana bentuk dari mobil ini mirip dengan Nissan Terrano namun dengan menggunakan bak.

IMG_2750

Pada Nissan Hardbody model Hotwheels tahun 90 an beberapa model dimodifikasi sesuai dengan imajinasi Hotwheels seperti yang dapat terlihat dengan adanya mesin di bak dari Nissan Hardbody. Grafis pada mobil ini juga simpel dengan adanya nomor serta decal flag. Ternyata tahun 90 an Hotwheels juga sangat tren dengan mengaplikasi decal motif api serta motif flag untuk meramaikan varian pada mobil-mobil yang dibuatnya.

“1/43 FAMILY TREE NISSAN X-TRAIL, FACELIFT & VARIANT PT.2?”

Nissan X-Trail, Mobil compact crossover atau SUV perkotaan yang diproduksi oleh Nissan Motor Company dari tahun 2000 sampai sekarang. Nissan X-Trail sudah sampai pada generasi ketiga dan selain di Jepang, X-Trail sudah dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Nissan X-Trail dibuat dalam bentuk replikanya dan hadir dalam berbagai skala, salah satunya adalah dalam skala 1/43. Yang menurut kami menarik adalah replika X-Trail meskipun hadir dalam satu basis model, ternyata setelah kami perhatikan secara detail terdapat beraneka macam variasi dan model. Kami akan mengulas secara mendetail tentang perbedaan dari contoh beberapa replika X-Trail yang kami miliki.

Generasi 1 T30 (2000-2007)

img_5742

Nissan X-Trail by J-Collection

Replika Nissan X-Trail generasi pertama (T30) diproduksi oleh beberapa merk antara lain J-Collection/Kyosho, Norev, dan Ixo. J-Collection membuat berbagai macam varian dari Nissan X-Trail T30 mulai dari varian tipe, grill, model Facelift dan setir yang tersedia dalam setir kanan dan kiri sesuai dengan pemasaran mobil aslinya.

img_5762

Kiri ke Kanan : Tipe GT/ST Japan 2000/2001, Eropa/Australia & Facelift 2005

Terlihat pada gambar diatas, ketiga X-Trail dengan berwarna dan tipe varian sama, namun jika dicermati terdapat perbedaan yang mencolok yaitu pada grill depan dan bumper depan. Sekilas pada varian GT/ST Japan dan Eropa/Australia hampir serupa, karena yang berbeda hanya pada bagian grill saja, GT/ST Japan memakai gril jaring sedangkan Eropa/Australia memakai grill V besar di tengah. Perbedaan lain pada GT/ST Japan memakai interior satu warna yaitu beige sedangkan GT/ST Eropa/Australia memakai setir kiri. Pada varian Facelift 2005 terdapat perbedaan casting mencolok yaitu pada  bagian depan mencakup bumper depan dan grill yang berbeda dengan varian GT/ST Japan dan Eropa/Australia. Selain itu perbedaan lain ada pada desain interiornya.

img_5773

Pada bagian belakang sangat sulit menemukan perbedaannya. Yang jelas terlihat berbeda pada varian Facelift 2005 menggunakan lampu reflektor bulat dibanding kedua lainnya yang memakai lampu reflektor mengotak. Bumper pada varian Facelift juga terlihat lebih polos dibanding keduanya.

img_5758

Kiri : Varian GT/ST 2000/2001, Kanan : XTT Facelift 2006

Selain itu J-Collection membuat variasi dari X-Trail GT/ST 2000/2001 dengan menambahkan satu detail kecil yaitu spion tanduk di fender samping depan kiri. Pada varian GT/ST Japan sekilas mirip dengan X-Trail generasi awal CKD disini dengan bentuk grill jaring. Namun fyi, di Jepangnya sendiri ini adalah tipe turbo yang menggunakan mesin SR20VET. Varian X-Trail Facelift XTT 2006 memiliki perbedaan mencolok yaitu pada velg yang berbeda dengan berwarna silver seperti yang dibahas sebelumnya. Selain itu, varian XTT dapat dibedakan dengan penggunaan roofrail yang memiliki foglamp diatasnya dan berbeda juga pada bentuk grillnya yang mirip dengan GT/ST generasi awal .

img_0042

X-Trail 2005 Facelift ini merupakan tipe varian dari GT/ST 4wd. Perbedaan antara Facelift 2005 dan 2006 ada pada penggunaan velgnya jika 2005 menggunakan palang 5 dan 2006 menggunakan palang 6. Pada model aslinya, Facelift 2005 merupakan model peralihan sehingga pada detail kecil seperti lampu sein pada fender yang masih sama dengan 2000/2001 yang berwarna oranye. Selain itu desain dashboard yang sudah berubah dari varian pertamanya yang berbeda pada susunan dashboard bagian tengah. Sedangkan desain dashboard pada tahun 2005 dan 2006 sama persis.

img_5756

Interior Kiri : Varian GT/ST 2000/2001, Kanan : XTT Facelift 2006

img_5774

Selain J-Collection yang membuat replika dari Nissan X-Trail generasi pertama, terdapat pula Kyosho Carnel yang satu produksi dengan J-Collection yang membuat varian dari Fire Chief. Varian polisi juga banyak terdapat di J-Collection dan IXO, namun varian tersebut hanya sebatas decal mobil polisi di suatu negara dan lampu sirene saja.

img_0247

Depan : Norev/IXO Hachette, Belakang : Kyosho Carnel

Norev/IXO Hachette atau edisi majalah merupakan produsen diecast generik. Generik yang dimaksud adalah, produsen tersebut mengambil basis yang sudah ada (J-Collection) lalu men downgrade nya seperti terlihat pada contoh. Yang jelas kentara berbeda ada pada kualitas yang tidak detail dibanding J-Collection seperti detail-detail yang menempel di body. Selain itu interior pada Norev/IXO dibiarkan polos mengikuti warna plastiknya.

img_5780

Namun terdapat keunikan dari X-Trail produksi Norev/IXO Hachette. Varian yang dibuat adalah X-Trail GT/ST Facelift 2005, namun yang membedakan adalah desain roofrail yang polos tidak terdapat spoiler seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Ini menandakan varian yang dibuat adalah varian basic dari X-Trail itu sendiri, apalagi grill depan yang dicatkan berwarna hitam dengan desain grill yang mirip dengan XTT.

img_0220

Varian pada Norev/IXO Hachette yang ternyata persis dengan yang dibuat oleh Kyosho Carnel. Namun Kyosho Carnel dibuat dengan atributnya sebagai mobil Fire Chief dengan kualitas jauh lebih baik sama dengan J-Collection.

img_0268

Pada interior dari varian model Fire Chief, terlihat perbedaannya yang mencolok ada pada warna interior yang menggunakkan warna hitam seluruhnya. Selain itu terdapat detail pengenal id yang terletak di dashboard bagian kiri.

 

Generasi 2 T31 (2007-2013)

img_2673

Kiri-kanan : J-Collection/Kyosho 2007 XT Japan (merah & biru), Norev/IXO Hachette 2007 GT/ST  Japan Clean Diesel (Grey) & Kyosho Facelift 2011 GT/ST Japan Clean Diesel (Hitam)

img_2677

Kiri-Kanan : Norev/IXO Hachette 2007 XT Japan, Norev 2007 XT European & 2011 XT China

Varian dan Facelift berlanjut pula pada generasi kedua dari X-Trail. Namun kali ini kombinasi dari beberapa merek. J-Collection kini hanya membuat varian T31 dalam satu model saja  yaitu varian XT Japan.

img_2698

Sedangkan yang menarik adalah Norev/IXO Hachette yang kini membuat replika dari X-Trail T31 dalam 2 varian model yaitu 2007 GT/ST Japan Clean Diesel, yang rupanya mengambil basis dari J-Collection namun dibedakan dengan bentuk front end depan yang berbeda. Bentuk depan pada varian Clean Diesel yang mirip dengan versi Eropa dimana yang membedakan adalah pada grill dan bumper depan. Perbedaan lain terdapat pada roofrail dimana pada varian GT/ST Japan yang polos, sedangkan pada XT terdapat lampu Foglamp.

img_2687

Kiri : Norev 2007 XT European, Kanan Norev/Hachette 2007 GT/ST Japan

Norev membuat pula replika dari Nissan X-Trail T31 dalam  varian Eropa setir kiri. Perbedaan dengan J-Collection ataupun Norev/IXO ada pada bentuk casting dari mereka yang lebih pipih dibanding Norev. Norev terlihat lebih menggemuk dibandingkan J-Collection dan Norev/IXO. Detail dari Norev yang cukup detail setara dengan J-Collection.

img_6901

Norev/IXO Hachette juga membuat varian XT 2007 Japan yang mengambil basis dari Norev. Tidak seperti varian GT/ST Clean Diesel 2007 yang secara pengerjaan ala kadarnya mirip dengan generasi awalnya, pada varian XT 2007 ini kualitas pengerjaannya cukup oke. Terlihat bentuk casting body yang rapih yang mirip dengan Norev nya. Namun interior juga polos sama seperti Norev/IXO Hachette lain.

734095_343333042454292_895537219_n

Kiri : Kyosho Facelift 2011 GT/ST Japan Clean Diesel, Kanan : China Dealerbox Facelift 2011 XT

Pada X-Trail T31, terlihat perbedaannya terdapat pada bagian depan belakangnya. Kyosho pertama kali muncul membuat replikanya. Pada facelift ini menunjukkan Nissan sudah menerapkan model global yang dapat dilihat dari model yang seragam di berbagai negara. Namun varian muncul ketika Dealerbox Dongfeng Nissan China yang mengeluarkan replika dari T31 bertipe XT.

374565_343333145787615_599338139_n

Awalnya kami pikir Dealerbox China mengambil basis sama dari Kyosho, namun nyatanya tidak. Kami tidak mengetahui siapa produsen yang membuat T31 XT Facelift ini. Kami melihat pengerjaannya cukup dibilang detail terutama yang membedakan dengan kehadiran bumper guard depan, sunroof dan aksesoris menandakan varian tertinggi dari X-Trail.

541581_343332889120974_703217639_n

Memang perlu diakui Dealerbox Dongfeng Nissan tidak bisa dikatakan sangat detail. Ada beberapa kelemahan seperti beberapa bagian yang kurang rapih, interior yang persis dengan Norev/IXO yang polos sewarna dengan warna plastik. Begitupun penggunaan ban yang menurut kami terlalu tebal sehingga kurang proposional.

598744_343333115787618_2091046586_n

Pada bagian belakang, Dealerbox  Dongfeng Nissan tidak terdapat mika lampu pada bagian lampu mundur dan foglamp seperti Kyosho. Detail emblem-emblem juga hanya decal saja tidak menggunakkan stiker menyerupai logo seperti pada Kyosho. Secara detail kualitas pengerjaan, Kyosho patut diacungi jempol berikut detail yang diberikan.

 

Generasi 3 T32 (2013-Now)

img_5357

Pada generasi ketiga, Nissan rupanya semakin menerapkan produk global untuk X-Trail ini. Dapat dilihat dari penggunaan body dan varian yang bahkan sampai ke Amerika (bernama Rogue) yang sama seperti Eropa dan Jepang. Sehingga kami kurang begitu melengkapi varian yang ada. Terdapat berbagai merk brand modelcar yang juga membuat generasi terakhir dari X-Trail T32 ini yaitu Kyosho, Premium X dan Wit’s.

img_5334

Spek Jepang

img_5353

Spek European

Premium X membuat varian dari generasi ketiga ini dalam spek Eropa dan Jepang. Secara fisik tidak ada yang membedakan pada keduanya namun hanya berbeda pada penggunaan velg dan setir yang berbeda posisi saja. Secara detail kualitas pengerjaan,  Premium X cukup baik dan tergolong detail.

“1/18 AUTOART NISSAN/DATSUN FAIRLADY 240 Z S30 WANGAN MIDNIGHT”

Wangan Midnight adalah nama dari komik manga berasal dari Jepang, yang terkenal di era 90 an. Kepopuleran dari komik manga Wangan Midnight yang akhirnya dibawa ke game, serial film animasi dan film action yang berada di bioskop. Nama Wangan sendiri diangkat dari balapan jalanan di Tokyo Shuto Expressway Bayshore Route, yang dimana Bayshore dalam bahasa Jepang adalah Wangan. Singkat cerita, suatu hari pemeran utama Akio Asakura menggunakan Fairlady Z Z31 yang menantang balapan Blackbird (Porsche 964),yang pada akhirnya Akio Asakura kalah bertarung melawan Blackbird. Dengan obsesi Akio akan mobil berperforma tinggi, Akio mencari parts untuk menunjang mobilnya di Junkyard.

img_1929

Namun Akio melihat Fairlady Z 240 Z S30 yang akan di hancurkan dengan parts bagus didalamnya. Fairlady Z 240Z S30 tersebut menggunakan mesin L28 yang dimodifikasi dan ditingkatkan menjadi 3.1L. Mesin L28 merupakan mesin top of the line dari mesin 240Z yang menggunakan twin turbo. Lalu Akio berunding dengan montir nya dan menginginkan S30 tersebut dan ingin membeli dari pemilik Junkyard setelah Akio teringat kembali oleh memori terdahulu pernah melihat mobil serupa dan persis yang melintas didepan Akio di jalan. Namun niat Akio ingin memiliki S30 dihalang-halangi oleh pemilik Junkyard yang menceritakan bahwa pemilik sebelumnya yang mengalami kecelakaan tragis dengan S30 dan akhirnya mobil ini dinamai Devil Z bahkan nama pemilik sebelumnya  juga sama yaitu Akio Asakura. Dengan usahanya, Akio akhirnya memiliki mobil S30 Devil Z dan membangun mobil ini dan dipakai olehnya untuk balapan dengan Blackbird.

untitled-2

Autoart, baru-baru ini merilis diecast miniatur dari mobil legendaris Devil Z dalam skala 1/18. Beruntuk kami dapat memilikinya, karena pada awal kali diecast ini muncul, langsung ludes terjual dipasaran hobby. Secara kualitas, brand Autoart tidak perlu diragukan lagi terutama dalam detailnya. Beruntung karena Devil Z ini masih terbuat dari full diecast metal body yang cukup berat digenggam, karena model terbaru dari Autoart kini menggunakan bahan Composite dan base yang metal.

img_1982

Hal pertama saat kami menerima Devil Z ini adalah langsung membuka pintu-pintu serta kap mesin dan bagasi dari miniatur ini. Kami sangat terpukau saat melihat detail enginenya, dimana detail kabel-kabel, fan dan lain sebagainya dibuat sangat mirip dengan aslinya. Begitupun dengan interiornya,panel-panel serta rollcage yang bisa kita lihat secara jelas meskipun dilabur warna hitam. Sayang bagi anda yang penggemar dengan detail karpet bludru yang tidak terdapat pada Devil Z ini.

untitled-1

Saat membuka Bagasi belakang, hal yang menarik bagi kami adalah diecast ini dibuat sedemikian rupa mirip dengan aslinya, bahkan adanya pegas penompang bagasi belakang. Namun kelemahannya yaitu bagasi belakang ini sering kali menutup dengan sendirinya saat kita ingin membuka dengan jangka waktu lama.

img_1941

Secara tongkrongan, modelcar Devil Z ini sangat oke dan gahar. Autoart membuat bentuk body yang sangat proposional sehingga sedap dipandang oleh mata.

img_1989

Yang menjadi point of interest kami selain pembahasan diatas, yaitu ada kepada velg dan fitment pada Devil Z ini. Penggunaan velg deep dan beroffset lebar dan rapat fender sehingga terlihat proper dan stanced. Apalagi velg yang digunakan adalah RS Watanabe yang juga legendaris.

img_1993

Bagaimanakah dengan kesimpulannya? Miniatur Diecast dari Devil Z ini pantas dan layak untuk dikoleksi. Terutama keluaran dari Autoart ini masih tergolong fresh from oven sehingga masih mudah ditemui dipasaran.Untuk harga, anda bisa menebus Devil Z ini dipasaran sekitar 2,5-2,7 jt. Untuk kelemahan kami tidak menemukan masalah berarti pada Devil Z ini terutama detail, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Namun pada unit kami,amat disayangkan kami menemukan lapisan cet yang sedikit tergerus pada bagian sisi samping kap mesin. Hal yang sangat minor dan dapat dimaklumi karena proses pengerjaan dan perakitan yang handmade sehingga tidak ada yang 100% sempurna.

img_1997

“1/18 GT Spirit Nissan R35 GTR Libertywalk”

Style modifikasi ber overfender lebar sangat nge trend beberapa tahun terakhir. Libertywalk atau yang disingkat LB Performance, Salah satu contoh trendsetter style modifikasi mobil yang berasal dari Jepang yang diciptakan oleh seorang kreator  bernama Wataru Kato. Mobil yang dimodifikasi pun bukan mobil sembarangan, mulai dari Ferrari 458, Lamborghini Aventador, Lamborghini Murcielago, Maserati dan  satu mobil favorit kami yang menjadi topik pembahasan yaitu Nissan GTR R35.

img_1580

Nissan GTR R35 Libertywalk merupakan salah satu contoh sukses dan hits seluruh dunia. Bagaimana tidak, tongkrongan standar bawaan pabrik sudah keren dan nama GTR yang melengenda ditambah full kit mulai dari bumper depan,widebody fender,ducktail/spoiler, dan lain sebagainya yang membuat mobil ini terlihat makin sangar, terutama wide body yang sangat lebar.

o-matic

Produsen miniatur resin pun berlomba lomba membuat versi mini dari model favorit Nissan GTR R35 LB. Mulai dari skala 1/43 sampai skala besar 1/18. Dalam skala 1/18 nya terdapat 3 merk yang memproduksi miniaturnya, mulai merk Make Up Models, Ignition, dan terakhir GT-Spirit. Ya,GTR LB putih yang ada di halaman ini diproduksi oleh GT-Spirit. Tepatnya pada akhir tahun 2016 kemarin, terdapat 2 varian warna yang di produksi, satu diantaranya merupakan special limited edition berwarna aqua blue.

img_1560

GT-Spirit membuat miniatur ini sangat detail dan terlihat mampu menyamai kedua merk Resin yang sudah duluan membuatnya. Miniatur resin Nissan R35 GTR LB ini mengacu kepada model asli yang berasal dari Jepang yang menggunakan layout dashboard setir kanan. Stiker sponsor yang berada di sekujur bodi Pearl White R35 GTR LB ini sangat banyak melibatkan beberapa merk ternama, mulai produsen ban berikut pelek,exhaust system dan lain-lain membuktikan GT-Spirit sangat serius mempresentasikan R35 GTR LB ini mirip dengan aslinya.

img_1577

Selain Nissan R35 GTR yang menggunakan kit LB, yang menjadi daya tarik sendiri yaitu penggunaan pelek dari merk ternama Forgiato. Pelek yang dibuat oleh GT-Spirit pun sangatlah detail dan terlihat semakin sangar. Namun yang disayangkan adalah pelek yang dipasang pada GTR R35 LB ini terlihat kecil yang tidak mengisi seluruhnya pada fender, dan terlihat kurang ceper dibandingkan kedua merk Resin yang sudah terlebih dahulu membuat miniaturnya yaitu Ignition dan Makeup Models.

img_1573

Berlanjut pada bagian belakang, hal yang membuat kami jatuh cinta pada pertama kali adalah bentukkan bodi dari GTR R35 LB sangat proposional yang sangat menyerupai aslinya. Detail exhaust pun dibuat menarik dengan adanya efek kebiru biruan, selain itu penggunaan ducktail yang kami anggap lebih pas di zamannya ketimbang varian big spoiler. Namun lagi-lagi yang disayangkan,akibat penggunaan ring pelek yang tidak mengisi padat ruang fender, sehingga dapat terlihat beberapa bagian dalam overfender kit yang kurang rapi.

img_1569

Lalu bagaimana dengan kesimpulannya? 1:18 GT Spirit ini masih layak untuk di koleksi,apalagi dia mempunyai value for money yang masih bisa terjangkau. Meskipun bukan yang paling murah mengingat harga jual yang ditawarkan mulai dari 1,9jt-2,5jt. Sedangkan merk lain seperti Ignition yang start harga mulai 3,5 jt, sehingga GT-Spirit dapat dijadikan pilihan alternatif selain Ignition maupun Makeup models, meskipun perlu diakui pada GT-Spirit terdapat beberapa detail yang kalah dan kurang rapih seperti penempelan decal dan bodi resin mobil yang kami miliki ada beberapa spot kecil yang tidak rata, meskipun tidak terlihat jelas dan tersamar oleh pemilihan warna yang terang.