“1/18 OTTO JEEP CHEROKEE XJ LIMITED”

Jeep Cherokee XJ adalah mobil SUV kompak berasal dari Amerika yang sangat melegenda. Tidak heran karena mobil ini diproduksi sejak tahun 1984 hingga 2001. Jeep Cherokee generasi XJ ini dikembangkan oleh AMC (American Motors) dan Renault dalam penggambaran beberapa sketsa. Ada banyak tipe varian model XJ yang dikembangkan setiap tahunnya termasuk pada tahun 1990 dengan XJ Limited 4.0 Litre nya, salah model yang masuk ke Indonesia.

IMG_3406

Jeep Cherokee XJ Limited 4.0 Litre adalah mobil SUV terfavorit sampai sekarang. Terutama di kondisi nyata mobil ini banyak diburu bagi penggemar 4×4. Paradigma mobil SUV boros bahan bakar dan susah perawatan hilang pada Cherokee generasi XJ ini. Cherokee malah menjadi Most wanted SUV dan harganya juga cinderung meningkat. Terbukti di pasaran mobil ini bisa mencapai seharga diatas 100jt (sesuai kondisi), padahal umurnya sudah lebih dari 20 tahun.

IMG_3080

Tidak hanya mobil aslinya yang merupakan Most Wanted, dalam dunia Diecast miniature pun demikian. Ambil contoh skala 1/43 merek Universal Hobbies dipasaran bisa mencapai diatas 300rb lebih padahal detail yang hanya cukup bagus. Miniatur Jeep Cherokee XJ Limited sangatlah jarang ditemukan, baru beberapa merek selama ini yang membuatnya termasuk skala 1/18 yang selama ini dibuat oleh brand China spek China (BJ) dan merek Aurora yang harganya sudah mencapai 4,5jt lebih di situs Ebay.

IMG_3410

Awal tahun 2017, ketika Otto Mobiles merilis Jeep Cherokee XJ Limited 4.0 Litre ini. Kami berpendapat bahwa model ini sangat wajib untuk di koleksi. Dan ternyata benar ketika unitnya sampai, Kami sangat puas dengan detail dan kerapihan dari Otto Mobile. Memang yang disayangkan dan menjadi salah satu kelemahan dari Otto adalah pengeleman Roofrack yang terkesan kurang rapih adanya lem bleber yang ternyata itu juga terjadi pada Mercedes-Benz S124 AMG yang pernah kami review sebelumnya. Memang cukup dimaklumi karena proses assembly yang manual menggunakan tangan.

IMG_3012S

Namun hal tadi terbayarkan oleh detail yang diberikan oleh Otto. Detail adalah kata pertama yang terucap oleh kami. Otto membuat miniatur dari Jeep Cherokee XJ 4.0 Litre ini sangat detail meskipun berbahan Resin yang berarti tidak bisa terbuka segalanya. Kami pribadi suka dengan detail lampu-lampu (umum pada modelcars sekelasnya) yang mirip dengan aslinya, sayang bagian lampu sein samping hanya di cat saja. Tire lettering bertuliskan MICHELIN dan list stiker body juga dibuat rapih oleh Otto. Secara kesimpulan, miniatur ini sangat layak untuk dikoleksi terutama harganya yang masih reasonable dan terbayarkan oleh detail yang ada pada miniatur Jeep Cherokee XJ ini.

“1/18 AUTOART VOLVO 850 T-5R”

Volvo 850 adalah sedan Compact Executive yang diproduksi dari tahun 1991-1996. Mobil ini memiliki 2 bodystyle antara lain dalam bentuk Sedan dan Station Wagon. Volvo 850 T-5R adalah varian tertinggi dari 850 pada tahun 1995. Yang menjadi pembeda dari 850 standar antara lain karena bermesin Turbo. Fakta unik dari 850 T-5R adalah mobil ini dikembangkan oleh Porsche.

IMG_1449

Porsche turun tangan dalam pengembangan mesin serta transmisi dan powertrain dari 850 T-5R ini. Tidak hanya itu, Porsche juga mendesain ulang interior pada 850 T-5R termasuk Alcantara Seatnya. Yang menjadi pembeda 850 T-5R dengan 850 selain bermesin Turbo antara lain : Front Bumper dengan lips, rear spoiler, side skirt, black interior dengan aksen kayu Walnut, Special graphite leather dan Alcantara seat. Selain itu pembeda lain ada pada warna nya. Volvo mengeluarkan 3 warna spesial dan limited pada mobil ini antara lain : Cream Yellow, Stone Black, dan Olive Green.

IMG_4027

Autoart, adalah brand Die-cast modelcars pembuat replika dari Volvo 850 T-5R ini berskala 1/18. Untuk urusan detail memang Autoart sangat detail dalam pembuatannya sehingga mirip dengan skala aslinya. Terutama Autoart mengeluarkan warna yang special pada unitnya yaitu Cream Yellow. Terdapat 2 bodystyle yang dibuat oleh Autoart yaitu Sedan dan Station Wagon. Unit yang kami review ini adalah sedannya.

IMG_4014

IMG_4013

Autoart Volvo 850 T-5R ini dapat dibuka mulai kap mesin, keempat pintu dan bagasi belakang. First Impression saat memegang modelcar ini adalah ternyata bobotnya begitu ringan tidak seperti Resin, meskipun material dari Autoart ini umumnya berbahan Metal dan plastik.

IMG_1447

Point interest kami ada pada di detail mesinnya. Oke, modelcar ini bukanlah seperti Supercar atau Hypercar yang jauh lebih banyak detail terekspos seperti umumnya buatan Autoart, karena pada Volvo 850 T-5R ini detail yang terekspos banyak ada di bagian mesin dan interiornya saja. Meskipun begitu detail yang diberikan Autoart dapat memuaskan hati. Pada bagian mesin, dapat terlihat detail seperti label-label yang terdapat pada mobil asli. Detail ini sangat jarang ada di beberapa merek yang biasanya hanya menunjukkan detail mesin yang polos. Selain itu terdapat detail menarik yaitu detail aki yang digunakan mobil ini yaitu VARTA, sesuatu nama aki yang asing kita dengar sekarang.

IMG_1471

IMG_1464

Seperti umumnya Autoart, detail interior tidak perlu diragukan lagi. Terdapat detail karpet bludru di interior termasuk bagasi belakang dan terdapat  tulisan 850 yang berada di bagian depan pengemudi dan penumpang. Selayaknya mobil 90 an, Dashboard pada 850 T-5R ini terlihat simpel dan polos juga mengotak. Detail ala motif kayu Walnut juga terdapat pada bagian dashboard 850 T-5R ini.

IMG_4018

Lalu bagaimana dengan kesimpulannya? Untuk sekarang ini (sejak artikel ini diposting) unit Sedan bermunculan kembali di pasaran, FYI ini adalah Autoart produksi lama yang Closed boxes karena sekarang umumnya box nya transparan. Memang rupanya varian Station Wagon lebih laris ketimbang Sedannya. Terbukti jelas dipasaran varian Wagon boleh dibilang Rare daripada Sedannya. Namun demikian varian Sedannya juga tidak boleh terlewatkan terutama detail yang ditawarkan oleh Autoart yang menarik untuk dikoleksi.

“1/43 MINICHAMPS BMW E30 Coupe”

Minichamps baru-baru ini mengeluarkan kembali varian yang sudah pernah diproduksi pada beberapa model sebelumnya, salah satunya adalah BMW generasi E30 3 Series Coupe ini. Model varian awal sudah memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sulit dicari, namun beruntungnya kami bisa memiliki satu ini.

BM6

Secara keseluruhan terdapat beberapa bagian pembeda dengan model varian sebelumnya, antara lain antena belakang pada mobil ini menjadi lebih pendek (varian awal memiliki antena panjang). Perbedaan lain ada pada bumper depan yang dimana list hitam tidak menyambung, terpisah pada bagian tengah.

BM5

Untungnya kap mesin yang dapat terbuka tidak dipangkas dari mobil ini, sehingga detail mesin dari BMW ini dapat terlihat jelas. Material pada kap mesin juga terbuat dari Metal, sehingga pada bagian ini umumnya akan cepat merintis pada catnya. Jika melihat pada base dari Minichamps tertulis 1 of 336, itu berarti model ini terutama warna merahnya hanya diproduksi sebanyak 336 unit saja, itu berarti secara jangka panjang akan sulit untuk menemukan varian ini dipasaran.

IMG_3679

Inilah yang menjadi Point of view atau Selling point dari Minichamps. Terlihat jelas mesin dari M40 ini. For your info, sudah sangat sulit menemukan Minichamps yang dapat membuka kap mesin karena umumnya sekarang terbuat dari Resin dan Sealed body.

BM2

Minichamps E30 3 Series Coupe (Red) x Autoart E30 M3 Cecotto (Grey)

Kebetulan kami memiliki varian model M3 Cecotto buatan Autoart. Yap, sama seperti Minichamps, Autoart juga dapat membuka kap mesin. Lalu lebih detail mana antara keduanya.

BM

Sebelum membahas detail, terdapat perbedaan fisik pada kedua mobil ini selain berbeda tipe yaitu pada M3 memiliki wide body dan body yang lebih mengotak yang berbeda dengan yang varian model standar. Model M3 merupakan generasi pertama yang menggunakan kode bodi M10. Pada Minichamps adalah seri 3 Coupe reguler yang menggunakkan kode bodi M40. Sehingga terlihat jelas perbedaan keduanya yaitu pada desain lampu belakang yang berbeda.

BM3

Pada komparasi ini kami hanya membahas dan membandingkan detail pada keduanya karena beda varian model. Kedua mobil ini memiliki dimensi panjang yang mirip-mirip, kenapa kami bilang demikian? Karena kadang beda brand memiliki ukuran yang bervariasi pula, sedangkan baik Minichamps ataupun Autoart tmenujukkan bahwa mereka adalah real 1/43.

BM1

Pada Autoart terdapat penahan kap mesin sehingga sudut bukaan kap mesin tidak selebar Minichamps. Sedangkan Minichamps tidak memiliki penahan kap mesin sehingga kap mesin terbuka dengan sudut nyaris 90 derajat. Melihat isi dari kap mesin, kedua merek sama-sama menonjolkan detail mesin yang terlihat dengan aslinya. Dengan demikian skor mereka untuk detail adalah sama.

BM4

Keunggulan Autoart yang memiliki skor lebih tinggi dikit ketimbang Minichamps yaitu pada interiornya. Autoart memiliki detail jok bermotif yang mirip dengan aslinya, sedangkan pada Minichamps hanya berwarna hitam polos.

“1/18 OTTO W124 AMG HAMMER SERIES”

AMG, adalah nama brand divisi high performance dari Mercedes-Benz atau dapat dikatakan sebagai Tuner House dari Mercedes-Benz. Hampir semua model dan generasi di modifikasi oleh AMG mulai dari mesin hingga aksesoris sehingga terlihat berbeda dengan model standarnya. AMG sendiri baru menjadi bagian dari Daimler AG pada tahun 2005.

AMG

Mercedes-Benz W124 yang kerap dikenal dengan 300E, Adalah salah satu contoh seri generasi dari mobil Mercedes-Benz yang kena sentuhan dari AMG pada tahun 1984. Varian top of line Mercedes-Benz W124 waktu itu hanya 300E bermesin 3.0L, sehingga banyak rumah modifikasi yang meng upgrade performa mesinnya termasuk AMG.

IMG_3548

AMG menawarkan paket pada generasi W124 dalam performa maupun kosmetik. Yang paling gila adalah mesin standar W124 3.0L diswap oleh AMG menggunakkan mesin dari generasi Mercedes-Benz W126 S-Class yang memiliki kapasitas V8 5.000cc. Selain itu mesin tersebut di bore-up lagi menjadi 5.600cc bahkan menjadi 6.000cc ketika menggunakan mesin W126 generasi setelahnya, sehingga W124 ini mendapat julukan “HAMMER” karena mobil ini dapat menembus 300KM/Jam dan merupakan sedan 4 pintu pertama yang dapat melakukannya.

IMG_3055

Pada awal kemunculan W124 AMG 5.6L pada tahun 1987, tidak terdapat logo Mercedes-Benz di kap mesin karena AMG pada tahun tersebut belum merupakan bagian dari Mercedes-Benz dan mesin yang digunakkan belum mendapatkan persetujuan dari Mercedes-Benz. Selain model sedan yang diproduksi, terdapat pula varian dari Coupe (CE124) ber Wide-body dan Station Wagon (TE124) yang diproduksi sangat terbatas.

AMG1

OTTO Mobiles, adalah brand Resin berskala 1/18 yang membuat Modelcar dari generasi W124 AMG Hammer. Varian model yang dibuat tidak hanya satu namun ketiganya mulai dari Coupe (CE124) yang dibuat pertama kali, dilanjutkan oleh varian Station Wagon (TE124) dan varian terakhir Sedan (W124).

Untitled-1

AMG2

Ketiga modelcars dari OTTO Models ini sangatlah kembar identik. Selain dari varian model yang sama, namun penggunaan kit yang sama. Ketiganya pun juga sama-sama menggunakan model velg AMG Aero 1 3 Pieces. Yang terlihat berbeda jika kita melihat belakang dari ketiga mobil ini.

IMG_3530.JPG

OTTO Mobiles membuat miniatur dari W124 ini sangatlah detail. Meskipun berbahan resin dan tidak dapat dibuka pada bagian pintu-pintunya, namun OTTO membuat semirip mungkin dengan aslinya. Terutama Bodykit yang dipakai pada ketiga mobil ini bahkan terdapat emboss emblem AMG yang terdapat pada bumper depan dan belakang.

Untitled-2

CE124 AMG HAMMER Coupe

IMG_3376

W124 AMG HAMMER Sedan

Untitled-3

S124 AMG HAMMER WAGON

Pada varian Coupe, terlihat jelas Wide-body pada fender belakang juga diperlihatkan oleh OTTO. Sedangkan pada Station Wagon, bumper depan belakang dan depan memiliki perbedaan warna yaitu warna matte menyesuaikan model asli yang menggunakkan warna serupa. Varian Sedan mirip-mirip dengan keduanya, namun yang membedakan adalah tidak adanya logo Mercedes-Benz pada kap mesin sehingga terlihat polos, pada varian CE dan TE terdapat logo Mercedes-Benz di cat hitam.

IMG_3369.JPG

Lalu bagaimanakah dengan kesimpulannya? Bagi yang fanatik Mercedes-Benz, model ini sangat cocok untuk dikoleksi terutama OTTO Models membuat dalam 3 varian body style. Lalu lebih bagus mana diantara ketiga varian model? Semua tergantung dari selera masing-masing, namun sayang untuk melewatkan moment untuk memiliki ketiganya. Untuk range harga juga masih lumayan masuk akal, masih sekitar diangka 1jt an untuk masing-masing varian model.

“1/18 BASEMENT PARKING DIORAMA”

Diorama merupakan representasi dari bentuk interior ataupun eksterior dari sebuah bangunan yang dibentuk secara 3 dimensional. Perkenalkan om Kiky Moodycrafter adalah pengrajin pembuat miniatur berbagai macam jenis bangunan berbagai skala mulai dari 1/64 sampai 1/24 yang dibuat menyerupai mirip dengan bangunan aslinya.

IMG_9901Pada awalnya om Kiky hanya membuat layout bentuk bangunan tampak bagian luarnya saja, namun baru-baru ini beliau membuat scene interior dari Basement Parking skala 1/18 berbahan full kayu triplek lengkap dengan instalasi LED.

IMG_3038

IMG_3073

IMG_3050

IMG_3053

IMG_3090

cctv

IMG_3047

IMG_3087

IMG_3083

IMG_3091

Bahan-bahan yang digunakan om Kiky sangat simpel namun dibuat dengan sangat detail sehingga mirip dengan suatu scene dari Basement Parking yang semakin mendukung dalam melakukan photosessions dari modelcars yang kita miliki.

“HOTWHEELS 90’S ERA”

Hotwheels, adalah brand diecast toys berasal dari Amerika sejak tahun 1968. Hotwheels mengeluarkan beragam model dan skala mulai dari skala 1/87, 1/64, 1/50, 1/43 dan 1/18. Hotwheels 1/64 yang terkenal dengan istilah “$1 toys” sangatlah hits sampai sekarang. Diecast toys yang dulunya ditargetkan untuk anak-anak, namun kini orang dewasa banyak yang mengumpulkannya, terutama dengan adanya edisi “Collectors item” yang mempunyai desain grafis khusus dan jumlah produksi terbatas.

IMG_7807

Hotwheels seri reguler diproduksi dalam berbagai macam jenis model dan varian yang sering biasa kita lihat di toko maupun online. Hotwheels seri reguler modern sekarang banyak diburu oleh para kolektor terutama model baru dirilis. Banyak model favorit yang didesain oleh desainer Hotwheels membuatnya masih menduduki no.1 Diecast diseluruh penjuru dunia.

o-mati1c

Hotwheels reguler sekarang terbuat material besi untuk body dan plastik pada interior,base dan bannya. Pada Blister cards terdapat grafis menunjukkan mobil yang persis dengan yang terdapat didalamnya. Back in time ke 10 tahun yang lalu, dimana desain Hotwheels reguler yang kini cenderung classic jika dibandingkan dengan Hotwheels reguler sekarang.

IMG_2697

Kami memiliki beberapa contoh Hotwheels 90’s Era. Hotwheels reguler ini sering disebut dengan “Blue Cards” karena memang warna dominan dari blister adalah biru. Yang dapat kita simpulkan adalah, Hotwheels masih tetap mempertahankan kombinasi warna biru putih pada blisternya pada Hotwheels reguler sekarang. Namun pembedanya adalah tidak terdapat grafis mobil yang sama dengan mobil yang ada di dalamnya, tapi grafis dari mobil yang sesuai dengan judul serinya. Contoh Hotwheels 90’s Era yang kami miliki ini semuanya model offroad yang kini sudah tidak dijumpai lagi pada Hotwheels modern sekarang ini, bahkan beberapa diantara sudah masuk dalam “Final Run” dimana mesin cetak diecast tersebut sudah dihancurkan.

Hotwheels Range Rover

IMG_2712

Hotwheels Range Rover adalah salah satu model favorit kami dan para kolektor. Model Range rover generasi pertama yang sangat vintage yang dibuat cukup menyerupai aslinya. Hotwheels Range Rover ini sudah masuk dalam “Final Run” dimana sudah tidak diproduksi lagi sekarang. Tak heran jika beberapa varian masuk dalam kategori “Rare” sehingga harganya kini sangat tinggi.

IMG_2710

Hotwheels Range Rover ini dibuat seorisinal sesuai dengan bentuk aslinya. Dapat dilihat tidak terdapat aksesoris yang biasa dilakukan oleh Hotwheels. Body mobil yang terbuat dari metal dan base menyambung sampai bumper dan lampu dengan berikut grill yang terbuat dari plastik, begitupun dengan interior dan bannya. Decal pada mobil memang tidak seperti sekarang yang rapih dan beragam, tulisan serta cetakkan pada Range Rover ini yang  dapat dikenali dari ciri khas sesuai pada zamannya.

Hotwheels Mercedes-Benz Unimog

IMG_2716

Hotwheels Mercedes-benz Unimog juga salah satu model favorit para kolektor. Mobil truk yang kerap digunakan untuk militer ternyata juga dibuat mengikuti aslinya. Terlihat pula salah satu dari model Unimog yang memiliki Collector Number. Yaps, ini adalah ciri khas dari Hotwheels keluaran tahun 1989-1994 Era yang memiliki Collector Number. Hal ini memudahkan bagi para kolektor jika ingin meng explore lebih lanjut varian model yang terdapat pada mobil ini.

IMG_2718

Hotwheels Mercedes-Benz Unimog ini juga masuk dalam “Final Run” selain Range Rover. Basic dari bahan mobilpun masih sama yang didominasi oleh bahan metal dan plastik. Namun yang membedakan dari Range Rover, Pada Mercedes-Benz Unimog ini menggunakan base metal. Untuk zaman sekarang, penggunaan base metal hanya ada pada premium line atau edisi tertentu. Selain itu, yang dapat terlihat jelas pula adalah ban yang digunakan. Ternyata pada tahun tersebut, desain pelek yang digunakan cenderung sama untuk mobil sejenis.

Hotwheels Street Roader/Suzuki Jimny Samurai

IMG_2744

Mungkin terlihat tidak asing pada desain mobil ini? Terlihat mirip dengan Suzuki Jimny Samurai. Memang mobil ini mengambil basis dari Suzuki Jimny Samurai dan pada tahun tahun itu beberapa model Hotwheels sering tidak mendapatkan lisensi resmi dari brand mobil aslinya sehingga menggunakan nama lain. Pada Street Roader ini, mirip dengan Mercedes-Benz Unimog yang menggunakkan body dan base metal. Selain itu, Pada model Street Roader ini juga masuk dalam “Final Run“.

Hotwheels Nissan Hardbody

IMG_2723

Model contoh terakhir pada unit yang kami miliki adalah Nissan Hardbody, dimana bentuk dari mobil ini mirip dengan Nissan Terrano namun dengan menggunakan bak.

IMG_2750

Pada Nissan Hardbody model Hotwheels tahun 90 an beberapa model dimodifikasi sesuai dengan imajinasi Hotwheels seperti yang dapat terlihat dengan adanya mesin di bak dari Nissan Hardbody. Grafis pada mobil ini juga simpel dengan adanya nomor serta decal flag. Ternyata tahun 90 an Hotwheels juga sangat tren dengan mengaplikasi decal motif api serta motif flag untuk meramaikan varian pada mobil-mobil yang dibuatnya.

“1/18 AUTOART SIGNATURE HONDA 1990 NSX-R”

Honda NSX (New Sportcar eXperimental) adalah produk mobil sportcar  bermesin mid-engine 3.0L V6 Rear Wheel Drive VTEC yang memulai debutnya pada tahun 1990.Desain bentuk aerodinamis body NSX  terinspirasi oleh bentuk pesawat jet F-16. Sedangkan bahan body NSX dibuat menggunakkan rangka full aluminium. Pada masanya mobil ini mampu melawan Ferrari yang bermesin V8. Generasi pertama NSX bertahan sampai tahun 2005 dengan melakukan ubahan Facelift pada tahun 2002.

img_1261

Honda NSX-R sendiri muncul pada tahun 1992. Mobil ini di modifikasi beberapa sektor termasuk mesin oleh Honda agar dapat mampu balapan di sirkuit. Diet ketat juga dilakukan pada mobil ini, seperti hilangnya peredam, ban cadangan, audio, kontrol traksi bahkan a/c pun dihilangkan pada mobil ini demi bobot keseluruhan yang baik agar tidak mengurangi perfoma.  Tidak hanya itu, Honda juga mengganti jok standar yang elektrik menjadi jok berbahan carbon dari Recaro begitupula dengan velg standar berbobot ringan oleh Enkei. Honda berhasil menurunkan berat 120kg pada NSX-R dengan berat total 1.230 kg.

img_1299

Autoart adalah salah satu brand diecast modelcar yang membuat replika NSX-R generasi pertama dalam skala 1/18. Rupanya Autoart membuat replika NSX-R ini special karena ini merupakan seri AutoartSignature” yang lengkap terdapat informasi tentang NSX-R beserta sertifikat yang sudah jarang ditemukan pada seri Autoart reguler sekarang.

img_1286

Detail dibuat sangat baik dan presisi oleh Autoart. Terutama semua pintu-pintu, kap depan dan bagasi belakang berikut kap mesin yang berada dibalik kaca belakang juga dapat dibuka semua. Tidak hanya itu, keunggulan mobil sportcar di jamannya termasuk NSX dan NSX-R ada pada lampu pop-up yang dapat membuka atau menutup juga dapat dilakukan pada Autoart dengan menaik atau menurunkan tuas yang berada di bawah mobil. Pada kap bagian depan, rupanya Autoart dengan sengaja membuat sendi pada penompang kap ke body mobil dengan tidak solid yang tidak dapat terbuka. Rupanya ada satu detail yang unik yaitu dengan adanya penompang berbentuk tiang sebagai penahannya sehingga mirip dengan mobil aslinya.

img_1289

Masuk ke dalam interior, tidak banyak yang dapat terlihat pada bagian dashboard dikarenakan mobil di masanya menggunakkan desain  yang simpel. Namun Autoart membuatnya dengan sangat detail seperti panel panel instrumen yang dibuat sangat mirip dengan aslinya. Begitupun dengan kehadiran karpet ala bludru yang terdapat pada replika NSX-R ini.

img_1274

Beralih ke bagian belakang, yang sangat menarik ketika membuka kaca belakang yang didalamnya terdapat jantung utama dari NSX-R ini. Memang saat membuka kaca belakang, tidak dapat dilakukan bersamaan dengan bagasi belakang karena akan saling bersentuhan.

img_1268

img_1311

Kaca belakang dan cover mesin ditopang oleh pegas sehingga dapat dibuka bersamaan dengan jangka waktu yang lama. Terlihat detail mesin Honda yang lengkap dengan informasi petunjuk yang sangat detail.

img_1293

Overall secara keseluruhan NSX-R ini sangat layak untuk dikoleksi. Untuk budget yang harus dikeluarkan berkisar antara 1.7-2.5jt. Autoart membuat NSX-R dalam variasi warna antara lain putih, merah,silver, dan kuning.

img_1306

“1/43 FAMILY TREE NISSAN X-TRAIL, FACELIFT & VARIANT PT.2?”

Nissan X-Trail, Mobil compact crossover atau SUV perkotaan yang diproduksi oleh Nissan Motor Company dari tahun 2000 sampai sekarang. Nissan X-Trail sudah sampai pada generasi ketiga dan selain di Jepang, X-Trail sudah dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Nissan X-Trail dibuat dalam bentuk replikanya dan hadir dalam berbagai skala, salah satunya adalah dalam skala 1/43. Yang menurut kami menarik adalah replika X-Trail meskipun hadir dalam satu basis model, ternyata setelah kami perhatikan secara detail terdapat beraneka macam variasi dan model. Kami akan mengulas secara mendetail tentang perbedaan dari contoh beberapa replika X-Trail yang kami miliki.

Generasi 1 T30 (2000-2007)

img_5742

Nissan X-Trail by J-Collection

Replika Nissan X-Trail generasi pertama (T30) diproduksi oleh beberapa merk antara lain J-Collection/Kyosho, Norev, dan Ixo. J-Collection membuat berbagai macam varian dari Nissan X-Trail T30 mulai dari varian tipe, grill, model Facelift dan setir yang tersedia dalam setir kanan dan kiri sesuai dengan pemasaran mobil aslinya.

img_5762

Kiri ke Kanan : Tipe GT/ST Japan 2000/2001, Eropa/Australia & Facelift 2005

Terlihat pada gambar diatas, ketiga X-Trail dengan berwarna dan tipe varian sama, namun jika dicermati terdapat perbedaan yang mencolok yaitu pada grill depan dan bumper depan. Sekilas pada varian GT/ST Japan dan Eropa/Australia hampir serupa, karena yang berbeda hanya pada bagian grill saja, GT/ST Japan memakai gril jaring sedangkan Eropa/Australia memakai grill V besar di tengah. Perbedaan lain pada GT/ST Japan memakai interior satu warna yaitu beige sedangkan GT/ST Eropa/Australia memakai setir kiri. Pada varian Facelift 2005 terdapat perbedaan casting mencolok yaitu pada  bagian depan mencakup bumper depan dan grill yang berbeda dengan varian GT/ST Japan dan Eropa/Australia. Selain itu perbedaan lain ada pada desain interiornya.

img_5773

Pada bagian belakang sangat sulit menemukan perbedaannya. Yang jelas terlihat berbeda pada varian Facelift 2005 menggunakan lampu reflektor bulat dibanding kedua lainnya yang memakai lampu reflektor mengotak. Bumper pada varian Facelift juga terlihat lebih polos dibanding keduanya.

img_5758

Kiri : Varian GT/ST 2000/2001, Kanan : XTT Facelift 2006

Selain itu J-Collection membuat variasi dari X-Trail GT/ST 2000/2001 dengan menambahkan satu detail kecil yaitu spion tanduk di fender samping depan kiri. Pada varian GT/ST Japan sekilas mirip dengan X-Trail generasi awal CKD disini dengan bentuk grill jaring. Namun fyi, di Jepangnya sendiri ini adalah tipe turbo yang menggunakan mesin SR20VET. Varian X-Trail Facelift XTT 2006 memiliki perbedaan mencolok yaitu pada velg yang berbeda dengan berwarna silver seperti yang dibahas sebelumnya. Selain itu, varian XTT dapat dibedakan dengan penggunaan roofrail yang memiliki foglamp diatasnya dan berbeda juga pada bentuk grillnya yang mirip dengan GT/ST generasi awal .

img_0042

X-Trail 2005 Facelift ini merupakan tipe varian dari GT/ST 4wd. Perbedaan antara Facelift 2005 dan 2006 ada pada penggunaan velgnya jika 2005 menggunakan palang 5 dan 2006 menggunakan palang 6. Pada model aslinya, Facelift 2005 merupakan model peralihan sehingga pada detail kecil seperti lampu sein pada fender yang masih sama dengan 2000/2001 yang berwarna oranye. Selain itu desain dashboard yang sudah berubah dari varian pertamanya yang berbeda pada susunan dashboard bagian tengah. Sedangkan desain dashboard pada tahun 2005 dan 2006 sama persis.

img_5756

Interior Kiri : Varian GT/ST 2000/2001, Kanan : XTT Facelift 2006

img_5774

Selain J-Collection yang membuat replika dari Nissan X-Trail generasi pertama, terdapat pula Kyosho Carnel yang satu produksi dengan J-Collection yang membuat varian dari Fire Chief. Varian polisi juga banyak terdapat di J-Collection dan IXO, namun varian tersebut hanya sebatas decal mobil polisi di suatu negara dan lampu sirene saja.

img_0247

Depan : Norev/IXO Hachette, Belakang : Kyosho Carnel

Norev/IXO Hachette atau edisi majalah merupakan produsen diecast generik. Generik yang dimaksud adalah, produsen tersebut mengambil basis yang sudah ada (J-Collection) lalu men downgrade nya seperti terlihat pada contoh. Yang jelas kentara berbeda ada pada kualitas yang tidak detail dibanding J-Collection seperti detail-detail yang menempel di body. Selain itu interior pada Norev/IXO dibiarkan polos mengikuti warna plastiknya.

img_5780

Namun terdapat keunikan dari X-Trail produksi Norev/IXO Hachette. Varian yang dibuat adalah X-Trail GT/ST Facelift 2005, namun yang membedakan adalah desain roofrail yang polos tidak terdapat spoiler seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Ini menandakan varian yang dibuat adalah varian basic dari X-Trail itu sendiri, apalagi grill depan yang dicatkan berwarna hitam dengan desain grill yang mirip dengan XTT.

img_0220

Varian pada Norev/IXO Hachette yang ternyata persis dengan yang dibuat oleh Kyosho Carnel. Namun Kyosho Carnel dibuat dengan atributnya sebagai mobil Fire Chief dengan kualitas jauh lebih baik sama dengan J-Collection.

img_0268

Pada interior dari varian model Fire Chief, terlihat perbedaannya yang mencolok ada pada warna interior yang menggunakkan warna hitam seluruhnya. Selain itu terdapat detail pengenal id yang terletak di dashboard bagian kiri.

 

Generasi 2 T31 (2007-2013)

img_2673

Kiri-kanan : J-Collection/Kyosho 2007 XT Japan (merah & biru), Norev/IXO Hachette 2007 GT/ST  Japan Clean Diesel (Grey) & Kyosho Facelift 2011 GT/ST Japan Clean Diesel (Hitam)

img_2677

Kiri-Kanan : Norev/IXO Hachette 2007 XT Japan, Norev 2007 XT European & 2011 XT China

Varian dan Facelift berlanjut pula pada generasi kedua dari X-Trail. Namun kali ini kombinasi dari beberapa merek. J-Collection kini hanya membuat varian T31 dalam satu model saja  yaitu varian XT Japan.

img_2698

Sedangkan yang menarik adalah Norev/IXO Hachette yang kini membuat replika dari X-Trail T31 dalam 2 varian model yaitu 2007 GT/ST Japan Clean Diesel, yang rupanya mengambil basis dari J-Collection namun dibedakan dengan bentuk front end depan yang berbeda. Bentuk depan pada varian Clean Diesel yang mirip dengan versi Eropa dimana yang membedakan adalah pada grill dan bumper depan. Perbedaan lain terdapat pada roofrail dimana pada varian GT/ST Japan yang polos, sedangkan pada XT terdapat lampu Foglamp.

img_2687

Kiri : Norev 2007 XT European, Kanan Norev/Hachette 2007 GT/ST Japan

Norev membuat pula replika dari Nissan X-Trail T31 dalam  varian Eropa setir kiri. Perbedaan dengan J-Collection ataupun Norev/IXO ada pada bentuk casting dari mereka yang lebih pipih dibanding Norev. Norev terlihat lebih menggemuk dibandingkan J-Collection dan Norev/IXO. Detail dari Norev yang cukup detail setara dengan J-Collection.

img_6901

Norev/IXO Hachette juga membuat varian XT 2007 Japan yang mengambil basis dari Norev. Tidak seperti varian GT/ST Clean Diesel 2007 yang secara pengerjaan ala kadarnya mirip dengan generasi awalnya, pada varian XT 2007 ini kualitas pengerjaannya cukup oke. Terlihat bentuk casting body yang rapih yang mirip dengan Norev nya. Namun interior juga polos sama seperti Norev/IXO Hachette lain.

734095_343333042454292_895537219_n

Kiri : Kyosho Facelift 2011 GT/ST Japan Clean Diesel, Kanan : China Dealerbox Facelift 2011 XT

Pada X-Trail T31, terlihat perbedaannya terdapat pada bagian depan belakangnya. Kyosho pertama kali muncul membuat replikanya. Pada facelift ini menunjukkan Nissan sudah menerapkan model global yang dapat dilihat dari model yang seragam di berbagai negara. Namun varian muncul ketika Dealerbox Dongfeng Nissan China yang mengeluarkan replika dari T31 bertipe XT.

374565_343333145787615_599338139_n

Awalnya kami pikir Dealerbox China mengambil basis sama dari Kyosho, namun nyatanya tidak. Kami tidak mengetahui siapa produsen yang membuat T31 XT Facelift ini. Kami melihat pengerjaannya cukup dibilang detail terutama yang membedakan dengan kehadiran bumper guard depan, sunroof dan aksesoris menandakan varian tertinggi dari X-Trail.

541581_343332889120974_703217639_n

Memang perlu diakui Dealerbox Dongfeng Nissan tidak bisa dikatakan sangat detail. Ada beberapa kelemahan seperti beberapa bagian yang kurang rapih, interior yang persis dengan Norev/IXO yang polos sewarna dengan warna plastik. Begitupun penggunaan ban yang menurut kami terlalu tebal sehingga kurang proposional.

598744_343333115787618_2091046586_n

Pada bagian belakang, Dealerbox  Dongfeng Nissan tidak terdapat mika lampu pada bagian lampu mundur dan foglamp seperti Kyosho. Detail emblem-emblem juga hanya decal saja tidak menggunakkan stiker menyerupai logo seperti pada Kyosho. Secara detail kualitas pengerjaan, Kyosho patut diacungi jempol berikut detail yang diberikan.

 

Generasi 3 T32 (2013-Now)

img_5357

Pada generasi ketiga, Nissan rupanya semakin menerapkan produk global untuk X-Trail ini. Dapat dilihat dari penggunaan body dan varian yang bahkan sampai ke Amerika (bernama Rogue) yang sama seperti Eropa dan Jepang. Sehingga kami kurang begitu melengkapi varian yang ada. Terdapat berbagai merk brand modelcar yang juga membuat generasi terakhir dari X-Trail T32 ini yaitu Kyosho, Premium X dan Wit’s.

img_5334

Spek Jepang

img_5353

Spek European

Premium X membuat varian dari generasi ketiga ini dalam spek Eropa dan Jepang. Secara fisik tidak ada yang membedakan pada keduanya namun hanya berbeda pada penggunaan velg dan setir yang berbeda posisi saja. Secara detail kualitas pengerjaan,  Premium X cukup baik dan tergolong detail.

“1/43 FACELIFT & VARIANT Pt.1”

Facelift atau biasa disebut Minor Change, suatu cara yang dilakukan oleh seluruh produsen brand mobil dunia terhadap mobil produksinya sebagai penyegaran model jika sudah mencapai umur tertentu sebelum mobil tersebut mengalami perubahan yang besar / Major Change. Biasanya Facelift dilakukan agar mobil yang diproduksi dipasaran dapat mengikuti tren / kondisi pasar agar tidak terlihat tua dengan beberapa penyegaran seperti lampu-lampu,bumper depan-belakang, bagian interior, dan lain sebagainya. Biasanya Facelift dilakukan setelah mobil beredar dipasaran selama 3-5 tahun atau bahkan paling ekstrem selama 10 tahun.

Facelift / Minor Change berlaku pula pada dunia Diecast ataupun Resin, yang akan kami bahas dalam skala 1/43. Facelift dalam modelcar dilakukan oleh satu Brand atau banyak yang juga biasanya dikarenakan sebagai promo dealer berupa gift / merchandise  sesuai dengan mobil aslinya yang dirilis di pasaran. Adapun Facelift pada modelcar dibuat berdasarkan mobil favorit pada mobil aslinya. Berikut kami memiliki beberapa contoh beberapa modelcar Facelift yang dikomparasi kan bersama model sebelum facelift (pre-Facelift) yang kami bagi menjadi beberapa part bagian. Pada part 1 ini kami membahas contoh model mobil Eropa.

Mercedes-Benz C-Class W204

img_0691

Produsen miniatur diecast paling sering membuat varian serta Facelift dari pabrikkan Jerman, Mercedes-Benz. Salah satu model populer dari brand Mercedes-Benz yang dibuat Faceliftnya adalah dari generasi C-Class. Pada contoh yang kami miliki merupakan generasi C-Class W204. Secara model, Facelift yang dilakukan hanya pada bagian front end meliputi bagian lampu depan, bumper, serta interior.

untitled-11

Kiri : Mercedes-Benz C63 AMG 2013, Kanan C-Class Avantgarde 2007

Schuco adalah brand pembuat miniatur diecast dari Mercedes-Benz W204 C-Class ini. Hal yang menarik perhatian kami adalah, Schuco juga membuat miniatur W204 dalam beberapa varian model sesuai dengan aslinya, mulai dari Elegance, Avantgarde hingga AMG. Masing-masing model varian yang dibuat miniaturnya juga menunjukkan perbedaan di beberapa sektor yang dibuat sangat detail mirip dengan aslinya. Meskipun menggunakan basis mobil yang sama, namun dalam proses diecast-ing atau mencetak pada miniaturnya yang tidak bisa menggunakan cetakkan sama pada satu model varian dengan varian lainnya. Pada  casting body C-Class ini pun memang benar-benar tidak  menggunakkan basis yang sama antara model pre-Facelift dan Facelift,hal ini dapat dibuktikan dan dilihat dari penggunaan sunroof pada generasi pre-Facelift sedangkan pada Facelift sunroof ditiadakan.

3

Pada C-Class W204 Facelift, yang jelas kentara perbedaannya ada pada bagian apron bentuk depan. Headlamp pada Facelift terdapat bentuk lengkungan sedangkan pada bumper depan berbeda dengan pre-Facelift. Ubahan yang tergolong kecil pada mobil aslinya, namun perubahan besar pada miniatur diecastnya yang mesti membuat cetakkan baru untuk menyesuaikan dengan bentuk Facelift. Sedangkan pada bagian kap mesin, masih sama dengan pre-Facelift.

Mercedes-Benz E-Class W211

img_3282

Kiri : Model Pre-Facelift,Kanan : Facelift

Mercedes-Benz E-Class, merupakan sedan kelas premium sedang yang sangat populer di jalan Indonesia. Minichamps adalah brand diecast dari skala 1/43 yang mempelopori dalam membuat miniatur dari E-Class W211. Semakin pelopor saat Minichamps merilis pula varian Facelift dari W211 ini yang tergolong sangat minim ubahannya pada mobil aslinya.

img_3285

Jika menilik pada bagian depan, perubahan yang jelas kentara pada model Facelift terlihat pada bagian bumper depan dan jumlah pilah grill dan grill yang membesar. Pada bagian tersebut minimal Minichamps meracik lagi tampilan model pre-Facelift dan menyesuaikan dengan model Facelift dimana cetakkan pada body pun juga ikut berubah. Parts lain yang juga terlihat berbeda pada model Facelift dibanding sebelumnya ada di bagian spion samping. Sedangkan pada body bagian samping tidak terdapat perbedaan yang mencolok terlihat sama persis dengan pre-Facelift, hanya dapat dibedakan dari penggunakan velg yang berbeda.

img_3300

Pada bagian belakang,sekilas terlihat tidak ada sama sekali perbedaan casting body antara keduanya, yang berbeda hanya pada bagian lampu yang merupakan parts terpisah. Pada bagasi belakang kita hanya dapat melihat list panjang yang terdapat diatas plat nomer yang menjadi perbedaan dari model Facelift. Meskipun kita mengganggap merupakan bagian yang simpel, namun Minichamps harus memanjangkan pula bentuk line dari list belakang tersebut, yang bukan sekedar di cat saja namun juga dibentuk cetakkan menyesuaikan dengan garis listnya.

Mercedes-Benz E-Class W212

img_3204

Kiri : Pre-Facelift by Schuco, Kanan : Facelift by Kyosho

Lanjut pada generasi penerus dari E-Class W211, yaitu W212 yang menarik untuk dibahas. Kali ini kedua model dibuat oleh beda merk brand. Pre Facelift yang dibuat oleh Schuco dan Facelift dibuat oleh Kyosho. Kami tidak mengetahui alasan kenapa Schuco yang tidak membuat model Faceliftnya. Meskipun beda merek setelah kami jejerkan ternyata ukuran body dan lebar sama persis. Memang tidak mutlak yang membuat model Facelift dari merek yang sama, namun kami memfokuskan pada model Facelift yang dibuat miniaturnya.

img_3223

Pada generasi E-Class ini, kami tidak bisa me komparasikan casting antara kedua miniatur mobil karena beda brand. Namun yang kami bahas antara lain adalah perbedaan parts yang ada pada kedua miniatur mobil ini. Keduanya menggunakkan basic trim sama yaitu Avantgarde, namun pada model Facelift ubahan besar pada bagian depannya terutama lampu dan grill. Lampu depan dan grill dengan desain baru yang tidak menyisakan sama sekali model pre-Facelift.

img_3208

Jika kita melihat dari depan, pada model Facelift hampir sekilas kita berpendapat bahwa ini adalah E-Class generasi terbaru. Hal ini disebabkan karena lampu pada Facelift yang sudah berbeda dari pre-Facelift yang masih menggunakan lampu headlamp terpisah. Ciri E-Class pada model Facelift ini hampir hilang, dan ternyata pada generasi W212 Facelift ini merupakan peralihan style ke model-model Mercedes-Benz yang kita dapat jumpai sekarang yang menggunakkan  style lampu yang mirip-mirip.

img_3219

Pada bagian belakang, terlihat pula perbedaan fisik kedua mobil ini ada pada lampu dan bumper belakang. Lampu belakang pada model Facelift juga sebagai perantara style dengan model Mercedes-Benz sekarang yang menggunakkan susunan lampu yang mirip-mirip, meskipun pada E-Class Facelift masih menggunakkan bentuk layout model pre-Facelift dimana lampu belakang masih menyambung ke bagasi.

Volkswagen Multivan T5

img_4755

Kali ini contoh lain datang dari model Volkswagen. Kedua model  T5 Multivan ini diproduksi oleh Minichamps. Jelas kentara berbeda antara kedua mobil ini ada dibagian apron depannya. Terlihat pada model 2003 yang landai sedangkan pada model 2012 yang bertampang tegak dan tegas. Memang terlihat jelas kedua mobil ini menggunakan basis cetakkan yang berbeda.

img_4774

Selain bagian apron bagian depan yang berbeda, hal lain yang membedakan kedua miniatur ini yang terlihat jelas ada pada bagian sampingnya. Terlihat terdapat list di bagian tengah body pada generasi T5 awal sedangkan pada model Facelift list body berpindah ke bagian bawah, sehingga jelas terlihat berbeda casting body dari kedua miniatur ini.

img_4775

Model 2003

img_4772

Model 2012

Meskipun sekilas pada kedua model dari Multivan ini berbeda, namun sebetulnya masih menggunakkan basis yang sama ketika kita melihat siluet bodynya. Perbedaan dari samping yang kentara berbeda antara lain pada Facelift menggunakkan kaca full closed dari depan ke belakang dengan warna menyerupai green glass pada kaca samping ke belakang sedangkan pre-Facelift kaca depan samping yang terbuka dan model transparan pada kaca samping ke belakang. Adapun pembeda lain yaitu velg dan spion samping dengan desain yang berbeda.

img_4776

Sedangkan pada bagian belakang, sekilas terlihat antara pre-Facelift dan Facelift sama persis yang dapat terlihat dari pintu bagasi belakang dan juga bumpernya. Perbedaan yang kentara jelas yaitu pada bagian lampu belakang dengan susunan lampu yang berbeda. Adapun perbedaan lain yaitu kaca belakang pada model Facelift yang terdapat wiper sedangkan pada Pre-Facelift polos.

Sekian beberapa contoh yang kami dapat bahas secara detail. Selain model-model yang ada di atas, masih terdapat lagi model mobil Eropa lain yang juga menawarkan varian model yang beragam. Pada pembahasan berikutnya kami akan membahas contoh model Facelift dan varian yang berasal dari mobil Jepang yang juga menarik untuk dibahas.

img_5762

“1/18 NOREV MERCEDES-BENZ W140 S600”

Mercedes-benz W140 S-Class merupakan keluarga flagship dari lineup sedan Mercedes-Benz. W140 S-Class diproduksi pada tahun 1991-1998 yang dimana Mercedes-Benz menerapkan style pada W140 ke model sedan  lain seperti W124 E-Class dan W202 C-Class, sehingga bentuk dari ketiga sedan Mercedes-Benz tersebut mirip-mirip.

untitled-3

Norev, adalah brand diecast yang membuat miniatur dari Mercedes-Benz W140 S-class berskala 1/18. Basis dari model varian S-class yang dibuat replikanya adalah varian tertinggi yaitu S600 V12. Pada contoh model yang kami miliki adalah re-produksi. Ya, karena sebelumnya Norev sudah terlebih dahulu mengeluarkan beberapa varian warna lain dan box pada model W140 ini.

img_1680

Mercedes-Benz W140 S600 buatan Norev terlihat sangat oke dan sangat detail. Pada tampilan eksterior hal pertama yang menjadi cacatan kami pada bagian pintu. Sayang sekali Norev membuat pintu depan dan belakang terlihat tidak presisi yang dapat dilihat dari lis chrome pada pintu depan yang menurun sehingga tidak rata dengan lis chrome pintu belakang dan bagian lain. Meskipun demikian, saat membuka seluruh pintu-pintu, kap mesin dan bagasi belakang kita disungguhkan detail yang cukup oke dan menarik untuk dilihat. Sebelumnya, kami memang tidak terlalu membahas banyak pada bagian mesin karena hampir mirip dengan merek lain sekelasnya. Detailnya oke tapi yang disayangkan tidak ada detail unik seperti decal stiker pada bagian tertentu sehingga terlihat sangatlah plain.

untitled-2

Hal yang menarik untuk dibahas adalah pada interiornya, banyak detail-detail unik yang dibuat oleh Norev meskipun yang disayangkan pemilihan warna interior yang berwarna full hitam sehingga banyak detail yang tidak terlihat jelas. Detail yang unik dan menarik yaitu ada pada bagian doortrim keempat pintu mobil, dimana Norev membuat detail handle pintu bagian dalam sesuai dengan aslinya yang menggunakan chrome. Meskipun sebetulnya sederhana dan biasa saja, tapi kami tidak pernah menyangka pada range harga 1jt -1.5jt an bisa dibuat detail seperti ini. Selain itu, pada interior bagian alas kaki juga dialaskan bludru yang halus jika dipegang.

untitled-1

Berlanjut pada bagian belakang, pada bagian bagasi belakang juga dibuat sangat detail.Lapisan bludru halus juga terdapat di bagian pintu bagasi belakang, sesuatu yang tidak bisa diremehkan dari Norev . Selain itu pada pintu bagasi belakang juga terdapat detail segitiga pengaman yang mirip dengan mobil aslinya. Sayang, baik kap mesin dan pintu bagasi belakang, tidak terdapat terbuka dengan sudut lebar.

img_1696

Tibalah pada kesimpulan terakhir, Norev Mercedes-Benz W140 S600 memang layak dikoleksi. Selain dari model yang favorit dan sudah banyak kolektor yang memilikinya. Sayang kami menemukan kelemahan yaitu saat pintu-pintu dibuka dan ditutup semua, pintu-pintunya menjadi longgar dan tidak dapat menutup secara rapat, akan selalu terbuka lagi dengan sendirinya.